4 Faktor Pemicu Penyakit Darah Tinggi yang Sering Terjadi

Kondisi darah tinggi terbagi dua tingkat yaitu tingkat satu pada 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg dan tingkat dua pada 140/90 atau lebih tinggi. Tekanan darah tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga dan dapat berakibat fatal jika tidak terkendali. Berikut ini 5 faktor pemicu penyakit darah tinggi yang sering terjadi. 


faktor pemicu darah tinggi
hellosehat.com

1.    Obesitas


Kondisi tubuh yang obesitas akan memerlukan lebih banyak darah untuk memasok oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan tubuh. Kondisi ini akan membuat tekanan darah di dalam pembuluh darah menjadi meningkat dan mengakibatkan terjadinya tekanan pada dinding arteri. 

Terutama obesitas yang dialami memiliki kondisi lingkar perut yang tidak lagi normal. Pada bagian inilah pemicu terbesar meningkatnya kekakuan pembuluh darah yang berdampak besar pada tekanan darah Anda. Terutama jika obesitas dialami oleh Anda yang telah berusia lanjut. 

2.    Tidak Olahraga


Faktor pemicu penyakit darah tinggi dari tekanan darah tinggi yang sering sekali tidak disadari adalah tubuh tidak melakukan olahraga. Secara tidak langsung akan membuat anggota tubuh Anda kurang aktif bergerak. Dampaknya akan mempengaruhi tingkat denyut jantung dan membuat proses pembakaran lemak tidak terjadi dengan optimal. 

Ketika melakukan olahraga secara rutin maka ada waktu di mana denyut jantung akan meningkat sejenak. Pada waktu inilah kinerja hati untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh semakin meningkat. Hal ini sangat penting dilakukan agar kondisi tubuh Anda tetap dalam keadaan sehat dan tidak terjadi tekanan darah yang meningkat karena penumpukan lemak. 

3.    Mengalami Stres


Stres yang dialami akan membuat tekanan darah menjadi meningkat sehingga dapat memicu berbagai penyakit kronis. Di antaranya penyakit ginjal, kolesterol tinggi, diabetes, dan darah tinggi. Jika salah satu dari penyakit ini terjadi maka secara tidak langsung akan menimbulkan komplikasi yang juga mempengaruhi tekanan darah Anda. 

Terlebih jika saat stres mengonsumsi makanan lebih banyak akan membuat pembuluh darah bekerja untuk memasok oksigen lebih banyak. Hal ini sudah jelas akan mempengaruhi tekanan darah. Anda juga sebaiknya saat stres tidak menghisap tembakau atau merokok terlalu banyak, apalagi mengonsumsi alkohol. 

Anda tentu sudah mengetahui bahwa rokok memiliki kandungan zat kimia yang akan membuat tekanan darah naik turun hingga merusak dinding arteri. Akibatnya terjadilah penyempitan dan peningkatan  tekanan darah di dalam tubuh.  

4.    Kadar Garam yang Tinggi


Ketika tubuh Anda mengonsumsi garam dalam jumlah banyak menyebabkan tubuh harus mempertahankan cairan yang meningkatkan tekanan darah. Anda harus menakar jumlah garam yang dikonsumsi dan sebaiknya menghindari makanan yang asin.

Faktor pemicu penyakit darah tinggi yang sering terjadi ini dapat Anda atasi dengan menjaga jumlah kalium di dalam tubuh. Tujuannya untuk menghindari darah tinggi. Pastikan juga Anda tidak kekurangan vitamin D yang akan menyebabkan penyakit ginjal dan berpengaruh pula pada tekanan darah. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar dapat terus mengontrolnya.